Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum buat semua pembaca...
Usai menunaikan solat Isya' di Masjid Negeri Shah Alam setelah tamatnya kuliah pengajian Syarah Al-Hikam oleh Dr Zulkifli Al-Bakri, aku menuju pulang ke rumah tercinta bersama ahli keluarga yang lain. Sebelum sampai ke selekoh di hadapan rumah, kedengaran lagu 'Mana Milik Kita' dendangan kumpulan Rabbani di corong radio yang disiarkan IKIM Fm.
Jika dihayati liriknya,
Mana milik kita
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya
Tidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya
Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya
Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Miliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya
Mana kita punya
Tidak ada kepunyaan kita
Tidak ada kepunyaan kita
Kita hanya mengusahakan
Apa yang telah ada
Apa yang telah ada
Mengapa kita sombong
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya
Patut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanya
Yang memberi segalanya
Malulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya
Kerana milik Ia punya
Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa
Janganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya
Marilah kita bersyukur
Bukan berbangga
Bukan berbangga
Bersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasa
Bukan mengungkit jasa
Gunakanlah nikmat Allah itu
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
Tidak ada satu di dunia ini milik kita. Hatta kehidupan yang kita jalani ini semuanya milik-Nya. Seharusnya kita selaku hamba harus bersyukur dan berterima kasih atas segala rezeki kurniaannya. Sekalipun diri diuji dengan segala bentuk ujian kita harus menerimanya dengan lapang dan redha. Kelak tiap satunya pasti ada ganjaran dari-Nya sama ada secara zahir mahu pun tidak.
Nur: Setiap insan mempunyai rezeki yang berbeza selaras dengan usaha mereka. Bersyukur dan hargailah atas apa yang dinikmati.
No comments:
Post a Comment