27 May 2010

Terusik

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum buat semua pembaca..

Di balik perpisahan kita, banyak sebenarnya yang ingin aku nukilkan. Namun, sengaja aku menahan rasa hati itu agar tidak terbuai-buai dengan gabungan rasa remuk-redam hati ini. Walau ingin aku luahkan segalanya, namun, ada batu yang menghalangnya. Mampukah aku me'noktah'kan seperti yang dikata. Tidak semudah itu.

Ada yang berkata pucuk dicita ulam mendatang. Semudah itukah membicarakannya. Maaf. Aku ingin sendiri. Aku enggan membuka ruang untuk terus terluka. Biar yang lama sembuh. Walau lama masa yang diperlukan. Kata doktor, parut yang ada itu terkadang akan rasa sakit seketika. Ngilunya akan terasa. Selagi mampu bertahan, tahanlah sehabis daya. Jalan yang lain ada, tapi harus bertabah dengan jalan yang ada. Bertabah!

Sekadar  itu yang ingin dinukilkan. Cukup rasanya. Jangan diganggu dan goyahkan pendirian ini. Berdoalah moga ada jalan keluar yang lebih baik. Bertahan saja masih perlukan pelindungnya. Alangkan rumah masih perlukan tiang untuk berdiri kukuh, apatah lagi manusia yang kerap goyah hatinya.

Nur: Cukuplah kasih-sayang Allah yang tak bertepi itu bagiku. Ya Allah, permudahkanlah. Amin~

No comments: