"Qistina, apa yang direnungkan dalam gambar itu," soal ibunya yang kebetulan lalu membetulkan langsir yang terbuai-buai ditiup angin lantas mematikan kenangan lalu .
Pantas sekali diseka airmata yang mengalir setitis demi setitis menuruni pipi mulus itu. 'Kenangan, sangat menikam laman hati ini.'
Masih tengiang-ngiang lagi kata-kata 'Kita kawan selamanya' yang kerapkali diucap oleh temannya itu. Ya! Benar kita kawan selamanya. Berita yang diterimanya lewat petang tadi, benar-benar mengocak ketenangan tasik hatinya itu. Bukan dia enggan menerima khabar itu. Tapi, ada sesuatu yang tak pernah dia sangka Langsung tidak pernah dia menduga khabar itu .
Resah, gelisah, gusar dan risau
Tatkala diulit bahagia masih ada derita menjengah
Bagai bulan dipagari bintang
Kadang muncul kadang menghilang
Sukar dituruti kata yang berkalung dusta
Di depan bermanis muka
Di belakang menarik muka
Ah! Aneh sekali ragam manusia.
Di belakang menarik muka
Ah! Aneh sekali ragam manusia.
3 comments:
wow nice 1..ade gak pengalaman kwn camtu..menyepi camtu je...but try think +ve ye..maybe bz..
ahh manusia...
memang berbagai ragam.
seketika adalah lawan.
selamanya menjadi kawan.
sedekad bersahabat.
sesaat menjadi musuh paling jahat!
cik tom: yup..think +ve will do..hati akan tenang..=)
aki: itulah hidup..can't do anything about it..apapun bertabah!
Post a Comment